210-060 study CISSP Lab material 300-101 questions 300-115 Questions and Answers 210-060 facebook 210-065 exam dumps Practice Test 200-125 Questions and Answers

Mengenal tipe kerah kemeja batik slimfit Mahaprabu Co.

[spb_text_block animation=”none” animation_delay=”0″ simplified_controls=”yes” custom_css_percentage=”no” padding_vertical=”0″ padding_horizontal=”0″ margin_vertical=”0″ custom_css=”margin-top: 0px;margin-bottom: 0px;border-top: 0px default ;border-left: 0px default ;border-right: 0px default ;border-bottom: 0px default ;padding-top: 0px;padding-left: 0px;padding-right: 0px;padding-bottom: 0px;” border_size=”0″ border_styling_global=”default” width=”1/1″ el_position=”first last”]

1. Straight point collar

Jenis kerah kemeja batik yang pertama ini mempunyai sudut lancip di ujung bagian bawah. Biasanya kemeja batik dengan jenis straight point collar ini dipakai sebagai pakaian untuk ke kantor karena terkesan rapi.

2. Button down point collar

Kerah pada kemeja batik tipe ini sama saja seperti yang tipe pertama hanya saja memiliki kancing pada bagian bawah leher yang berfungsi menahan kerah tetap pada tempatnya. Beberapa kerah button down point collar memiliki lubang kancing sehingga memperlihatkan bagian kancingnya. Biasanya jika Mahaprabu Co produksi jenis kerah ini, lebar kerah akan kami kurangi agar terlihat lebih casual.

3. Band collar

Barangkali kawan-kawan #balaprabu lebih mengenal tipe kerah ini dengan nama kerah koko / shanghai, karena memang tipe kerah ini konon diadaptasi dari pakaian di negeri tiongkok sana. Kemeja batik jenis kerah koko ini biasanya digunakan dalam acara casual atau acara keagamaan.

4. Wing collar

Kerah ini mempunyai lipatan kecil pada ujungnya yang berbentuk segitiga sama kaki. Lipatan pada kerah ini bentuknya kecil sehingga tidak menyentuh badan kemeja pria seperti beberapa kerah lainnya. Jenis kerah kemeja batik ini tidak kami produksi bentuknya seperti aslinya, sedikit kami modifikasi. Hasilnya bisa dilihat pada motif nagadhata III.

[/spb_text_block]

Tips Merawat Batik

 

Seringkali banyak ditanyakan oleh kawan-kawan #BalaPrabu bagaimana cara merawat batik agar lebih awet, akan kami sebutkan caranya disini agar bisa untuk dibaca semua orang.

Sebelum berbicara masalah perawatan, sebenarnya kain batik yang kami walaupun dibuat secara tradisional di Pekalongan tetapi sudah menggunakan material-material modern pada saat produksi. Sebelum kami produksi menjadi barang jadi sudah dicuci dengan cairan khusus untuk menghindari lunturnya residu pada kain batik. residu disini sebenarnya bukan warna yang luntur tetapi kotoran yang menempel pada saat produksi, biasanya terlihat pada saat pencucian pertama.

ok, langsung saja kami sebutkan perawatan sederhananya :

  1. Pisahkan dengan yang lain saat pencucian pertama (rasio 1 dari 10 baju kadang masih terlihat luntur dari residu sisa produksi)
  2. Jangan pernah merendam seharian dengan deterjen (kebiasaan anak kost nih biasanya :D)
  3. Balik pakaian pada saat menjemur.
  4. Jangan menggunakan setrika yang terlalu panas.

Simple kan? semua orang bisa dan tidak merepotkan. Ada 1 cara lagi sebenarnya kalau ingin awet selama bertahun-tahun. Yaitu tidak usah dipakai dan disimpan saja dalam lemari ga usah dipakai mas gan :-)))